PENGURUS MGMP TIK KABUPATEN BANGLI 2011-2015

SMP 1 Bangli, 6 Januari 2011

Dengan telah berakhirnya masa bakti pengurus MGMP TIK/Keterampilan periode 2007/2011, maka pada tanggal 6 Januari 2011 bertempat di SMPN 1 Bangli dilaksanakan rapat laporan pertanggung pengurus MGMP serta membentukan pengurus baru. dalam rapat tersebut berjlan dengan sangat alot, bahkan dari laporan yang disampaikan satupun tidak ada pertanyaan dari para anggota MGMP  TIK yang hadir saat itu.

Adapun susunan pengurus yang baru antara lain :
Ketua        : Kadek Suimasa     (SMPN 1 Bangli)
Wakil Ketua    : Wayan Rencana        (SMPN 2 Kintamani)
Sekretaris    : Ketut suparta samiyasa (SMPN 2 Tembuku)
Bendahara    : Komang Trisna        (SMPN 2 Bangli)

Semoga dengan terbentuknya kepnegurusan yang baru ini, perkembangan dunia teknologi di Bangli makin maju dan mampu bersaing di dunia pendidikan kancah nasional maupun internasional.

NB. mohon maaf kalau salah penulisan nama

Continue Reading...

Pura Goa Giri Putri – Nusa Penida, Kelungkung Bali

Pada awal tahun 2011 tepatnya tanggal 2 Januari 2011, langkah saya di awali dengan perjalanan spritual yang sangat mengagumkan, anda yang membaca boleh percaya boleh tidak, tapi sebaiknya sebelum ada memutuskan untuk menjawab cobalah anda berkunjung kesana dan nikmati keajaiban tuhan yang sangat istimewa.
Perjalanan saya mulai dari bali, tepatnya menuju pelabuhan Padangbai Karangasem Bali, dari tempat itu kami menuju ke Nusapenida dengan menggunakan kapal laut (kapal roro), memang nasib kami kurang mujur, ditengah lautan kapal kami dihadang dengan ganasnya ombak sehingga kapal yang sangat besar itupun seperti melompat-lompat. Hampir seluruh penumpang kapal mabok, untungnya saat itu rasa ngantuk saya timbul sehingga saya terlelap dalam mimpi yang indah.
kurang lebih 1 jam perjalanan rombongan kami tiba di pelabuhan Nusapenida, disana kami melanjutkan perjalanan dengan menyewa angkot yang sudah siap untuk di sewa 24 jam untuk melayani perjalan spiritual kami. Dari pelabuhan Nusapenida kami langusung menuju ke Gua Giri Putri, maaf saya tidak bisa menyampaikan kearah mana saya di bawa memang dengan suasana yang baru bahkan dengan daerah yang baru saya bahkan mungkin banyak orang akan sering beda arah dengan kenyataannya, lebih baik dengan tanda kiri kanan itu sangat memudahkan untuk berkomunikasi ” asallll jangan sampai lupa naik turun iya, hahahahaha”
Dari pelabuhan sekitar 45 menit rombongan tiba di lingkungan Gua Giri Putri, memang semua daerah disana dikelilingi oleh pantai, dalam perjalan itu juga kami selalu melihat pantai bahkan sesekali teraa berjalan di atas air laut karena jarak bibir pantai dengan jalan sangat dekat. Langkah demi langkah kami berjalan menaiki tanggal menuju ke gunung/bukit yang menjadi area masuknya ke Gua Giri Putri. Perjalanan kami kurang mulus, baru sampai di jabe pura hujan dengan derasnya mengguyur tubuh kami, panas bercampur dingin rasanya tubuh ini, tapi kami selalu bersyukur bahwa hujan merupakan berkah bagi penduduk disana, karena sangat jarang sekali katanya disana turun hujan.
Setellah hujan mulai reda, langkah kami menuju pura Gua Giri Putri, disana kami melakukan persembahnyangan pertama dengan di pimpin oleh sorang pemanggku pura. Hujun masih tetap saja turun walau kami sudah dipersilakan untuk memasuki Goa oleh salah satu pengempon Pura disana, jujur saya sangat binggung, yang tadinya rame disana kok bisa seketika sepi, tapi setelah saya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pengempon disana saya baru tahu kalau tempat masuk ke Gua itu beraada di sebelah kiri tempat kami sembahyang tadi, satu persatu rombongan mulai masuk.
Dari awal melihat tempat masuknya hingga saya ,mencoba mendekati setiap orang yang masuk, saya menjadi binggung, celah batu yang segitu kecllnya bisa dimauki oleh orang-orang yang beraneka bentuk, ada yang kecil, ada juga yang kurus tinggi, ada juga yang besar, sungguh pemandangan yang sangat istimewa, jadi sangat sedih sekali, dimana kamera yang biasanya saya selalu bawa untuk mengabadikan moment penting dipakai di kampung, tapi saya janji suatu saat pati ada foto2 yang istimewa buat para pembaca yang setia.
Setelah giliran saya masuk, saya mencoba merasakan apakah disekeliliing saya batunya lembek sehingga celah yang kecil itu mampu dimasuki oleh orang orang-orang yang besar, ternyata tidak batu tetap keras dimana, pada saat masuk kedalam kita mesti dalam kondisi merunduk karena posisi batu disana sangat mepet dengan tanah/batu pijakan kita. terkejut bukan main saya, melihat pemandangan didalam gua, LUARRRRRRRRRRRRRRRR BIASAAAAAAAAAAAA, LUASSSSSSSSSSSS DAN PANJANGGGGGGGGGGG. seandanya didalam gua itu tidak ada lampu penerangan wahhhhhhhhh, “kidemang jak kedatang peteng linyuttt” (ditutup sama di buka matanya sama gelap gulita), kita melakukan persembahyangan sebanyak 5 kali disalam gua, siapa dan dimana nanti saya kupas karena saya lupa mencatatnya disana namun saya dapat menyampaikan kepada para pembaca dengan mengambil dari berbagai sumber.
Setelah selesai sembahyang hiingga akhirnya romobongan kami sembahyang pada pura yang paling ujung, pemandangan tebing yang sangat indah dan sejuk sekali, namun jangan kuatir, dari ujung gua sudah dibuatkan tangga untuk menuju ke dataran yang lebih rendah. selesai sembahyang disana perasaan saya semakin keheranan, pemangku disana mengucapkan mantra denga dua bahasa, dan gaya mengaturkan sesajen juga dengan dua cara. 1 dengan meniru para biksu dari ajarang umat Budha dengan membunyikan klenteng kecil serta mantra-mantranya bahasa umat budha, memang karena disana juga adan patung dewi kuan im sebagai dewi kesejahteraan, yang ke 2 dengan ajaran hindu ciri khanya dengan memegang genta serta mantra-mantra sangsekerta/kawi. Selesai kami sembahyang disana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Dalem Ped, yang diarea disana terdapat 4 buah pelinggih, yaitu pura segara, pura beji, Pura Dalem Ped, dan Pura Penataran. Untuk persembahnyang disana sudah di atur dalam sketsa lokasi pura dan dari pura mana kita mulai sembahyang. esok harinya rombongan balik ke bali dengan menggunakan kapal boot kecil, karena perjalanan di pagi hari sangat jauh lebih aman dari perjalanan di siang hari atau sore hari.
sekian kisah perjalan spiritual saya, akhir kata emazing……….(*)(&(*&*%^%#%$#^%

Keunikan Pura Goa Giri Putri

Kata “giri” itu sendiri artinya gunung, pegunungan atau bukit, sementara “putri” berarti wanita. Dalam konsep ajaran Hindu, “putri” yang dimaksud adalah nama simbolis bagi kekuatan Tuhan, memiliki sifat keibuan atau kewanitaan. Jadi Goa Giri Putri adalah sebuah ruang atau rongga dengan ukuran tertentu sebagai tempat bersemayam kekuatan Tuhan dalam manifestasinya berupa wanita (disebut Hyang Giri Putri), tiada lain adalah salah satu sakti dari kekuatan Tuhan dalam wujud-Nya sebagai Siwa. Di sini, Giri Putri adalah nama yang diberikan pada salah satu goa terbesar yang berada di Pulau Nusa Penida.

Tiga Pura

Pada Purnama Kalima Wraspati Kliwon Klawu, 25 Oktober 2007, merupakan puncak Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih, Mapeselang Prayungan, lan Pedanan-danan. Piodalan di pura yang di-empon oleh 210 KK Krama Desa Pakraman Karangsari ini dilakukan tiap tahun, yakni pada Purnama Kadasa. Jika masyarakat Bali ingin bertirtayatra ke sana, maka tiga pura utama yang menjadi tujuan adalah Pura Giri Putri, Pucak Mundi, dan Dalem Ped. Biasanya mereka bermalam di Dalem Ped lantaran tempatnya lebih luas, fasilitas mandi dan buang hajat memadai. Pedagang pun banyak, dan suhu udara relatif tak terlalu dingin.

Berdasarkan hasil pengukuran Tim Pengabdian Dosen FT Universitas Warmadewa, Agustus 2007, Goa Giri Putri berada pada ketinggian 150 meter di atas permukaan laut, dengan panjang total lebih kurang 262 meter. Ia memiliki empat bagian besar tempat persembahyangan yakni sebuah di luar goa atau pintu masuk dan tiga di dalam goa (depan, tengah, dan belakang). Sebelum 1990, Goa Giri Putri hanyalah sebuah goa yang dijadikan objek wisata lokal, terutama pada hari Raya Galungan dan Kuningan. Air yang berada di dalam goa dijadikan tirta oleh masyarakat Karangsari dalam rangka upacara Panca Yadnya.

Hingga saat ini belum ditemukan prasasti maupun sumber resmi yang memuat tentang Goa Giri Putri, sehingga belum diketahui kapan dan oleh siapa Goa Giri Putri dibangun. Yang jelas goa ini adalah peninggalan Zaman Prasejarah (Hindu), terus hidup dan dipelihara sampai sekarang. Pada 1990, Gubernur Bali saat itu (Prof. Dr. Ida Bagus Mantra) pernah mengadakan kunjungan ke Nusa Penida dan singgah di Goa Giri Putri, memberikan motivasi kepada masyarakat di situ untuk menjaga keberadaan Goa Giri Putri, baik sebagai objek wisata spiritual maupun sebagai tempat persembahyangan. Sejak itulah didirikan sejumlah palinggih tempat pemujaan. Goa itu kemudian diberi nama Goa Giri Putri.

Kondisi fisik Goa Giri Putri pada 1990-an dibanding kondisi sekarang, tampak beda. Dulu goa sangat “mengerikan”, gelap, lantai dasar licin, tirta melimpah, dan belum banyak pengunjung. Kini, sebaliknya, terang benderang, lantai dasar tak begitu licin lantaran beberapa bagian sudah dipelester, pun telah tersedia beberapa tangki air. Pintu masuk goa tetap relatif sempit — hanya dapat dimasuki satu orang saja.

Petunjuk “Niskala”

Sebagaimana ditulis dalam buku “Selayang Pandang Pura Giri Putri” dan diceriterakan oleh I Nyoman Dunia selaku Bendesa Adat serta mangku gede Pura Giri Putri, secara keseluruhan ada 13 buah palinggih di situ dengan berbagai wujud arsitektur dan bahan bangunan. Jika hendak bersembahyang ke Pura Giri Putri, begitu turun di pelataran parkir lantas menyeberang jalan, orang sudah berhadapan dengan jalan berundak-undak. Setelah tiba di atas atau di halaman luar goa, orang akan menjumpai palinggih pertama berbentuk Padmasari, tepat berada di samping kanan depan mulut goa.

Berdasarkan petunjuk niskala yang diterima oleh Ida Pandita Dukuh Acarya Daksa dari Padukuhan Samiaga, Penatih, Denpasar menyebutkan, di palinggih pertama yang dipuja adalah kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujudnya sebagai Hyang Tri Purusa menurut ajaran Siwa Sidhanta. Terdiri atas Paramasiwa (Nirguna-Brahman), Sadasiwa (Saguna-Brahman), dan Siwatma (Jiwatman). Lalu di sebelah kiri pintu masuk goa ada Hyang Ganapati berwujud Lingga Cala dari bahan batu karang sebagai penjaga pintu masuk goa. Di halaman depan goa juga dilengkapi dengan bangunan penunjang sebagai tempat pesandekan atau menerima tamu.

Bila usai bersembahyangan di palinggih Tri Purusa, orang segera dapat memasuki Goa Giri Putri. Biasanya orang yang baru datang pertama kali ke tempat ini akan merasa takut atau waswas mengingat mulut goa sangat kecil, hanya bisa dilalui satu orang saja. Namun itu hanya berjarak sekitar tiga meter, setelah melewati itu, orang-orang akan tercengang dan takjub, karena tidak menyangka sebelumnya bahwa rongga goa sangat lebar dan tinggi serta bisa menampung sekitar 5.000 orang. Tatkala terowongan kecil dilewati, orang akan dapat melihat dua palinggih di dalam bagian depan goa.

Palinggih ketiga, Hyang Sapta Patala, berupa Padmasari dengan perwujudan Naga Basuki di bagian ulon. Hyang Naga Basuki adalah salah satu manifestasi Hyang Widhi Wasa dengan sifat penolong, penyelamat dan pemberkah kemakmuran, diwujudkan dalam bentuk naga bersisik emas berkilauan, penuh pernik mutiara, serta senantiasa berupaya tetap menjaga keseimbangan alam bawah (pertiwi) demi kesejahteraan umat manusia beserta makhluk lainnya. Di samping kanan Hyang Naga Basuki ada palinggih keempat, Pengayengan Ratu Gede berwujud Lingga Cala. Dengan demikian goa ini berfungsi sebagai tempat memohon keselamatan dan ketenteraman umat manusia.

Selanjutnya di bagian tengah-tengah goa dijumpai lima palinggih — tiga di bawah dan dua di atas. Palinggih di bagian bawah sebelah utara berwujud Padmasari, stana Hyang Giri Pati/Siwa. Di sebelah kiri Padmasari ada panyineban Ida Bhatara berwujud Gedongsari. Lalu di bagian bawah selatan ada tempat palukatan dari Hyang Dewi Gangga, dan palinggih Hyang Tangkeb Langit di sebelah barat tangga yang berwujud gedong masif. Sebelum melakukan persembahyangan, di tempat ini wajib melakukan palukatan dasa mala dengan memohon kepada Hyang Giri Putri, Dewi Gangga, dan Hyang Giri Pati agar secara lahir dan batin terlepas dari hal-hal negatif.

Di bagian tengah atas agak ke pinggir ada palinggih Hyang Giri Putri berwujud Padmasari dengan palinggih Pengaruman di samping kiri sebagai tempat men-sthana-kan simbol Dewa-dewi berupa arca dan rambut sedana, serta di sisi kanan ada sumber air suci. Yang unik, keberadaan palinggih ini di tengah-tengah atas dinding goa, agar bisa tangkil orang mesti menaiki tangga baja yang terbuat dari bahan plat mobil. Di bagian dalam dengan jarak sekitar tujuh meter, ada Payogan (peraduan) Hyang Giri Putri – Hyang Giri Pati yang berwujud Padmasari.

Di tempat ini masyarakat biasanya melakukan tapa, yoga dan semadi. Bagian inti goa ini dikelilingi ornamen-ornamen alam yang unik seperti ada taman tirta, warna-warni dinding goa (stalagnit dan stalagtit) diselingi dentingan percikan air dari langit-langit goa dan suara kelelawar. Tempat ini merupakan sthana Hyang Giri Putri sebagai pengendali kekuatan-kekuatan yang ada di dalam goa. Di sinilah orang dapat memohon penyembuhan penyakit melalui percikan tirta suci oleh pemangku atau pangelingsir.

Kemudian pada bagian ujung barat goa ada empat palinggih. Satu berwujud Padmasari sebagai sthana Hyang Siwa Amerta/Mahadewa, sebuah Gedongsari sthana Hyang Sri Sedana/Ratu Syahbandar, sebuah patung Dewi Kwam Im, serta altar Dewa Langit. Semua itu merupakan Dewa Pemurah, Pengasih dan Penyayang serta Dewa-dewi Kemakmuran. Di bagian ini para pamedek dapat melihat dengan jelas pancaran sinar matahari dan indahnya alam sekitar khususnya Gunung Kila (Pura Semuhu) di kejauhan.

Sekarang di bagian ini sudah ada bangunan pendukung (toilet), dilengkapi tangga sebagai sarana keluar goa. Bagian ini jelas memperlihatkan terjadi perpaduan konsep Siwa-Buda di Pura Goa Giri Putri sebagaimana halnya yang biasa terjadi di pura-pura besar lainnya di Bali. Sebenarnya, di dalam Goa Giri Putri ini masih banyak terdapat onggokan (Lingga Cala) batu karang besar dan kecil serta goa-goa kecil di kiri-kanan dinding goa, sehingga kemungkinan besar jumlah palinggih juga akan terus bertambah.
*) dikutip dari http://www.babadbali.com/pura/plan/gua-giri-putri.htm

Continue Reading...

Lintas Alam KSPAN se Kabupaten Bangli

Sabtu, 03 Desember 2010

Dalam rangka memeriahkan hari AIDS sedunia, yang jatuh setiap tanggal 1 Desember seluruh sekolah baik dari tingkat SMP hinggaSMA/SMK  melalukan beberapa kegiatan diantaranya penyuluhan tentang HIV AIDS, NARKOBA. dan Lintas Alam dari Lapangan Kapten Mudita Bangli Hingga Taman Makam Pahlawan Penglipuran.

Penyuluhan tentang bahasa HIV AIDS dan NARKOBA dilaksanakan di Wantilan Gurukula Bangli, dengan pelaksana dari Kepolisian Kabupaten Bangli bekerja sama dengan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kabupaten Bangli. Dalam acara tersebut melibatkan perwakilan siswa dari tingkat SMP hingga SMA/SMK sekabupaten Bangli. Dimulai dari tanggal 1 Desember 2010 di lapangan Kapten Mudita Apel Bersama, dilajutkan tanggal 2 Desember 2010 dengan penyuluhan HIV AIDS dan NARKOBA tingkat SMP dan Tanggal 3 Desember 2010 Penyuluhan tingkat SMA.

Pada tanggal 3 Desember 2010 juga dilaksanakan kegiatan Lintas Alam KSPAN se Kabupaten Bangli yang dilaksanakan oleh FGPK (Forum Guru Pembina KSPAN) se Kabupaten Bangli bekerja sama dengan KPA Kabupaten Bangli, dengan mengambil rute sepanjang jalan dari Lapangan Kapten Mudite Hingga Tugu Pahlawan Penglipuran. Kegiatan ini untuk meningkatkan ajang kreatifitas anak-anak anggota KSPAN serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang bahaya HIV AIDS dan NARKOBA.

Acara tadi pagi ini dilepas langsung oleh Bapak Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bangli selaku Ketua KPA Kabupaten Bangli di Lapangan Kapten Mudita Bangli. Seluruh peserta antusias mengikuti acara tersebut dilihat dari kehadiran peserta tingkat SMP sebanyak 420 orang dan tingkat SMA/SMK sebanyak 170 orang. Sepanjang jalan menuju Tugu Makam Pahlawan Penglipuran seluruh peserta menyanyikan lagu-lagu tentang bahaya HIV AIDS dan NARKOBA serta meneriakan yel-yel anti HIV AIDS dan NARKOBA seperti ” SAY NO TO DRUG ” , ” NARKOBA NO PRESTASI YESSSS ” dan lain sebagainya. Berbagai pristiwa yang terjadi sepanjang perjalanan dicatat oleh peserta tidak luput dari pengamatan siswa ditemukan Guru pendamping siswa merokokpun dijadikan bahan temuan siswa. Hingga memasuki daerah yang sangat sulit dimana siswa tidak dapat berjalan dengan berjejer 2 maka,  disana siswa menemukan sejatinya perjalan lintas alam itu seperti apa, dikiri kanan di lihat pepohonan yang besar-besar, sawah, semak belukar, tebing, serta sungai sangsang yang deras airnya membuat suasana semakin seru dan menenggangkan. Rasa lapar dan letih seketika sirna, dengan suasana yang sangat hijau dan udara sangat segar sekali. Kurang lebih sekitar 2 sampai 3 jam perjalan tibalah seluruh siswa pada titik finish yaitu di Tugu Pahlawan Penglipuran Bangli.

Berbagai kegiatan telah menanti disana, seluruh siswa dipersilakan beristirat sejenak dengan membagikan snack atau makan siang. Jelang siang hari baru kegiatan dapat dilaksanakan mengingat pada saat itu pula di tempat yang sama ada kegiatan dari instasi lain melaksanak OUTBOUN Prajabatan PNS di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bangli. Dibawah teriknya sinar matahari tidak menyurutkan hati peserta maupun panitia melaksanakan kegiatan-kegiatan diantara : 1 Tepuk KSPAN, meneriakkan yel-yel KSPAN,  2.  Salam KSPAN ( lagu Slada buah), 3. Lagu KSPAN Bangli di lanjutkan dengan dengan lagu kreasi karangan sendiri seputar HIV AIDS dan NARKOBA, 4. Simulasi bahaya HIV AIDS dan NARKOBA , 5. Baca Puisi anti HIV AIDS dan NARKOBA,  6. Deklamasi Anti HIV AIDS dan NARKOBA, serta Pidato Anti HIV AIDS dan NARKOBA.

Pada penghujung acara yang rencananya di tutup oleh Wakil Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bangli, kaerana beliau berhalangan hadir maka diwakilkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. Dalam sambutan  beliau yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan mengatakan bahwa kegiatan semacam ini mestinya dapat dilaksankan secara kontinue setiap tahun sekali, karena akan dapat memaju kreatifitas siswa dan pemahaman siswa tentang bahaya HIV AIDS dan NARKOBA, selain itu KSPAN merupakan kader-kader muda yang bagus untuk membantu KPA didalam memerangi dan memberikan penyuluhan seputar bahaya HIV AIDS dan NARKOBA di lingkungan pendidikan pada khususnya dan lingkungan keluarga maupun masyarakat pada umumnya. Pada kesempatan itu pula disampaikan bahwa jumlah penderita HIV AIDS dan NARKOBA di Kabupaten Bangli per Desember 2009 tercatat 44  kasus dengan angka tertinggi ada di kecamatan Kintamani. Pada kesempatan ini pula ada pertanyaan dari salah satu siswa yang berhasal dari Kintamani menginginkan kepastian kenapa hal tersebut bisa terjadi, dengan gamblang Bapak Kepala Dinas kesehatan memberikan penjelasan bahwa untuk di daerah Kintemani beberapa penduduk sering melakukan aktifitas diluar daerah seperti hal bepergian ke luar daerah, bekerja keluar daerah serta aktifitas lainnya, sehingga itu menyebabkan terjadinya  interkasi dengan beberbagai lapisan masyarakat yang ada si tempat tersebut. Berbagai acara telah dilaksanakan sehingga acara terakhir ditutup dengan doa bersama dan siswa serta pembina kembali ke sekolahnya masing-masing. (&^*)

Demikian dapat saya sampaikan kelungkung semarapura, kirang langkung nunas ampura, puput

Continue Reading...

Apapakan Baseee (Sekapur sirih) dari Acara Workshop

Dinginnya suasana disana tidak menyurutkan hati para peserta workshop melancarkan jurus-jurus mautnya, bertubi tubi pertanyaan mengalir membuat para pemakalah mengupas seluruh isi otaknya, tapi bukan isi kantong loooo. Maklum semua para peserta merupakan wajah-wajah baru di dunia PNS dan juga materi yang disajikan sangat mendukung karir rekan-rekan semua. Buat teman-teman ada baberapa yang menjadi garis bawah saya perlu kiranya di simak dan difahami diantara :

1. Mengajarlah sesuai dengan bidang study yang anda miliki (sesuai dengan SK)  jangan sekali-kali menyimpang dari jalur kalau anda tidak ingin di labrak sama pak polisi

2. Gunakan sarana TIK (INternet) dalam persiapan anda menyongsong Peraturan bersama MENPAN dan Kepala Badan Kepegawaian Nasional No 03/V/PB/2010 no 14 tahun 2010, mari berembug  jangan mojok aja kerjaanya, xiixi

3. Buat teman-teman yang kurang  jam mengajarnya dari 24 jam, usahakan penuhi dengan ikut membina ektra atau lainnya biar jam honorer di luar tetap dapat duitnya (kalau dibuatkan sk dari dinas artinya anda disana gak honor)

4. Prajabatan belum ada kepastian, dana ada baru sedikit ayooooo, siapa yang mau duluan dengan asumsi anda duluan tapi pengakuannya setelah yang lainnya selesai prajabatan semuanya, kapan selesainya kalau PAB pemerintah tetap pangkas sana pangkas sini, buntut-buntunya bayar sendiri prajabatan, tapi yakin kita tidak bakalan menungguterlalu lama  SK 100% nya, seperti saudara-saudara kita duluan hingga 1 tahunnan, hehehehehehe, difikir kembali dengan matang, kalau awak seh ikut2 ajalah

5. Sertifikat yesssssssssss, honorrrrrrr wow besar banget 5 hari 75 perak, kakakakakakka

Ok capek dah mumut neh otaknya, tapi gapapa lah jangan simpan dihati sekedar buat mengisi waktu,  yang doyan ketawa dan ngoceh minta komentarnya asal jgn berbau SARA apa lagi berbau SERE, kakakaka

Oya yang ingin mendownload nama-nama perserta workshop silakan klik disini dan untuk keamanan, link ini hanya 1 minggu saya upload selainnya minta ke pejabat yang berwenang (*&(*&^)_)+)))_(^^

Continue Reading...

Workshop Penulisan KTI dan Penyusunan Angka Kredit

Empat hari sudah berlalu, rabu 23  Noverber 2010 kami para guru-guru di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bangli melaksanakan Workshop Penyusunan Angka Kredit dan Penulisan Karya Ilmiah di SMK2 Bangli.

Sejuknya udara disana, serta sering turunya hujan diwaktu sore hari membuat hari-hari berlalu tanpa terasa, apalagi semangat teman-teman yang sebagian besar semua masih muda membuat suasana semakin sumbringah. Gelak tawa selalu membahana di kelas itu, apalagi materi yang disajikan oleh para pemakalah merupakan bekal pokok kita semua sebagai PNS di lingkungan Kabupaten Bangli.

Ada seklumit cerita, Teman-teman yang sudah senior dan botak selalu dijadikan guyonan oleh pemakalah, dibilang disebelah sana lebih teranglah, ada lapangan terbanglah, lucu dan menggairahkan, apalagi salah seorang guru seni yang duduk paling belakang dengan suaranya yang merdu dan menggelegar melatunkan secarik bait kidung membuat suasana kelas kita semakin bersemangat, seru dan dan asik yang dapat saya sampaikan

Thx, kita ucapkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli teruma Bagian Ketenagaan atas waktu dan acara yang cukup bagus memberikan  kita semua kesempatan ikut dan menjadi peserta, walau hanya sekedar uang bensin tapi ilmu yang kita dapatkan tak ternila harganya, buat teman-teman yang ingin meng-unduh daftar peserta silakan klik link ini, dijamin puas

pokok
Continue Reading...

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Apakah Penelitian Tikdakan Kelas (PTK) itu ?
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang
berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah
pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran
dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil
pembelajaran.
Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk
individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK
kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya
sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru
secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota
melakukan kunjungan antar kelas.
PTK memeliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :

- Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian
tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.

- Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu
tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang
diperlukan, bukan “sekali tembak” selesai pelaksanaannya.

- Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam
rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun
mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.

- Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku
perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni
sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.

- Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut
pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut
sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.

- Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu
terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi
keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.

- Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu
dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap
masalah-masalah besar.

- Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK
tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan
tercapainya tujuan penelitian.

- Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan
penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara
kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana,
bukan yang rumit.

- Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan
memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.
Tujuan PTK sebagai berikut :
* Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru
demi tercapainya tujuan pembelajaran.

* Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan
oleh guru.

* Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di
kelas agar pembelajaran bermutu.

* Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah
pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang
diajarnya.

* Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran
(misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh
guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

* Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran
untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

* Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian
agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata
bertumpu pada kesan umum atau asumsi.
Manfaat PTK
* Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk
meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat
menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara
lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

* Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis
artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme
dan karir guru.

* Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam
satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah
pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

* Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program
pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal
ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.

* Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan,
kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas
yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.

* Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang,
nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan
atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih
secara sungguh-sungguh.
Prosedur Pelaksanaan PTK
1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok,
yaitu; (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau
cara, (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi,
media, atau kiat tertentu, (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa
pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya, (4)
menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan, (5)
memilih dan menyusun persfektif, konsep, dan perbandingan yang akan mendukung
dan melandasi pelaksanaan PTK, (6) menyusun siklus-siklus yang berisi
rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang
telah dirumuskan, (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun
instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK, (8) menetapkan dan menyusun
cara-cara analisis data PTK.
2. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan ini
diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai
dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula
pengamatan dan refleksi. baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi
dapat dilakukan secara beiringan, bahkan bersamaan. Semua hal yang berkaitan
dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.
3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan,
pelaksnaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus
disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data
ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulan dan
rumusan saran.
4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan
menganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan
hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah,
rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoritis. Inilah laporan PTK.
Berikut contoh PTK yang dapat anda Unduh:
1. Contoh 1
2. Contoh 2
3. Contoh 3
4. Contoh 4
5. Contoh 5

Read more: http://hanya-kutipan.blogspot.com/2010/04/download-contoh-ptk-penelitian-tindakan.html#ixzz16JFWFwDU

Continue Reading...

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010

Pasal 17  (Ayat 2)

Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi dari Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e wajib melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang meliputi sub unsur pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif

Detail

Continue Reading...

Membuat Belajar Jadi Menyenangkan

Orang tua mana yang takkan senang mempunyai anak yang senang atau suka belajar? Tapi masalahnya, apakah kita sebagai anak happy belajar? Jika kamu punya kesulitan dalam belajar atau malas belajar dan sejenisnya, berikut tips yang bisa Xpresi bagi untuk kamu:

1. Suasana yang menyenangkang.
Ini syarat mutlak yang diperlukan supaya kamu senang belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.

2. Membuat diri senang belajar.
Ini jauh lebih penting daripada menuntut diri sendiri mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Jika kamu bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan, kamu akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.

3. Kenali tipe dominan kamu.
Apakah cara belajar kamu termasuk tipe auditory (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), visual (melihat) ataukah kinestetik (fisik). Jika kamu secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar kamu, nantinya kamu tidak akan mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga tidak berkembang dengan maksimal.

4. Belajar dengan jeda.
Beri dirimu waktu istirahat setiap 20 menit yang akan jauh lebih efektif daripada belajar langsung satu jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.

5. Jaga antusiasme.
Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari sesuai dengan minat dan perkembangan. Kami pasti akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya akan menjadi stres dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.

Gimana? Jangan bosan-bosan belajar ya. Keep trying.(int/nhk)

Ada cara lain agar belajar jadi lebih menyenangkan?, kasih tahu dong..

Continue Reading...